PERSOALAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN KIMIA DAN SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
A. Komponen/Objek Studi dalam Lingkungan Pendidikan Kimia
Pendidikan adalah suatu proses bantuan yang diberikan kepada peserta didik guna menumbuhkan dan mengembangkan jasmani maupun rohani secara optimal untuk mencapai tingkat kedewasaan. Lingkungan Pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di luar diri anak dalam alam semesta ini yang menjadi wadah atau wahana, badan atau lembaga berlangsungnya proses pendidikan yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, dan budaya), dan utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal. Selain itu, penataan lingkungan pendidikan tersebut terutama dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efisien dan efektif
1. Pranata Pendidikan
Pranata pendidikan (educational institution) merupakan pranata yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan penerangan dan pendidikan supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna. Pada dasarnya pendidikan terbagi dalam tiga jenis, yaitu pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan nonformal
Fungsi pranata pendidikan yaitu sebagai berikut :
· Berfungsi untuk memperkuat penyesuaian diri dan mengembangkan diri dan pengembangan hubungan sosial.
· Berfungsi untuk memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan.
· Berfungsi untuk pranata pemindahan warisan kebudayaan.
· Berfungsi untuk mempersiapkan peranan sosial yang dikehendaki oleh individu.
2. Perencanaan dan pengelolaan pendidikan kimia
Pengelolaan pendidikan meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pengembangan. Pengelolaan pendidikan. Pengelolaan adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dimana keempat proses tersebut mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Menurut Griffin pengelolaan adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien. Terdapat beberapa fungsi dari pengelolaan itu sendiri adalah sebagai berikut:
· Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
· Pengorganisasian (Organizing)
Oganisasi adalah dua orang atau lebih yang bekerjasama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran specific atau sejumlah sasaran. Dalam sebuah organisasi membutuhkan seorang pemimpin, pekerjaan pemimpin meliputi beberapa kegiatan yaitu mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara atsan dan bawahan, memberi semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar supaya mereka melaksanakan apa yang diperintahkan.
· Pengarahan (Directing )
Pengarahan adalah fungsi pengelolaan yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
· Pengawasan
Pengawasan adalah fungsi pengelolaan yang berhubungan dengan usaha pemantauan kinerja agar supaya kinerja tersebut terarah dan tidak melenceng dari aturan yang sudah ditetapkan dan pemantauan berfungsi sebagai media agar kinerja tersebut terarah dan tersampaikan secara tepat.
Pengawasan adalah fungsi pengelolaan yang berhubungan dengan usaha pemantauan kinerja agar supaya kinerja tersebut terarah dan tidak melenceng dari aturan yang sudah ditetapkan dan pemantauan berfungsi sebagai media agar kinerja tersebut terarah dan tersampaikan secara tepat.
· Pengembangan
Pengembangan adalah fungsi pengelolaan yang harus dijadikan tolak ukur keberhasilan suatu pengelolaan, dengan adanya pengembangan pengelolaan akan berjalan sesuai dan melebihi target yang akan diperoleh.
Tanpa suatu program yang baik sulit kiranya tujuan pendidikan akan tercapai. Oleh karena itu, pengelolaan harus disusun guna memenuhi tuntutan, kebutuhan, harapan dan penentuan arah kebijakan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan.
Pengembangan adalah fungsi pengelolaan yang harus dijadikan tolak ukur keberhasilan suatu pengelolaan, dengan adanya pengembangan pengelolaan akan berjalan sesuai dan melebihi target yang akan diperoleh.
Tanpa suatu program yang baik sulit kiranya tujuan pendidikan akan tercapai. Oleh karena itu, pengelolaan harus disusun guna memenuhi tuntutan, kebutuhan, harapan dan penentuan arah kebijakan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan.
3. Bimbingan dan Penyuluhan
Bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai suatu bantuan atau pertolongan, namun tidak setiap bantuan atau pertolongan dapat diartikan sebagaiu bimbingan. Bentuk bimbingan yang dimaksud membutuhkan syarat-syarat tertentu. Menurut Smith (1999:94) mengatakan bahwa “bimbingan adalah proses layanan yang diberikan kepada individu guna membantu mereka memperolaeh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam membuat pilihan-pilihan, rencana-rencana dan interpretasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan baik”
Secara operasional tujuan layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah adalah sebagai berikut :
· Membantu perkembangan individu.
· Mencegah munculnya masalah siswa.
· Membantu mengatasi masalah siswa, memperbaiki diri dari gangguan psikologis (Tantowi 1995:39).
4. Sarana dan Media Pendidikan Kimia
Sarana pembelajaran adalah semua keperluan yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Contoh sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.Prasana secara etimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olah raga, uang dan sebagainya.
Media dalam proses pembalajaran merupakan komponen penting untuk menunjang berlajannya proses belajar mengajar. Perkembangan media pembelajaran semakin maju, berkat menjamurnya teknologi yang berkembang saat ini. Proses belajar mengajar memerlukan media dan sarana pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran, sebagai calon pendidik sebaiknya dapat memilih media pembelajaran yang tepat agar proses belajar mengajar lebih efektif, efisien, dan menarik.
B. Persoalan Pembelajaran Kimia
Di dalam setiap kehidupan pasti akan ada yang namanya masalah, begitu juga masalah dalam pembelajaran yang membuat peserta didik tidak dapat secara maksimal untuk menyerap ilmu yang telah di sampaikan oleh tenaga didik atau guru. Hal ini juga banyak ditemukan dalam pembelajaran kimia khususnya di sekolah menengah atas. ilmu kimia merupakan salah satu pelajaran yang dirasakan sulit oleh siswa sekolah menengah dan mahasiswa. Kesulitan mempelajari ilmu kimia ini terkait dengan ciri ilmu kimia itu sendiri. Adapun ciri-ciri ilmu kimia tersebut adalah: 1) sebagian besar ilmu kimia itu bersifat abstrak, 2) ilmu kimia merupakan penyederhanaan dari materi yang sebenarnya, 3) sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang pesat, 4) ilmu kimia tidak hanya memecahkan soal-soal, 5) bahan atau materi yang dipelajari sangat banyak (Middlecam (1985) dalam Rumansyah dan Irhasyuna, 2001).
Selain itu Lingkungan pendidikan kimia yang bermasalah menyebabkan kesulitan siswa dalam belajar ilmu kimia, contohnya yakni kurang maksimalnya di dalam penggunaan alat ataupun media pembelajaran yang menjadi pendukung di dalam aktivitas belajar – mengajar terlebih untuk ilmu kimia, tidak adanya sebuah ide atau motivasi untuk membuat kelas yang hidup dan tidak berkesan kaku dan membosankan, sehingga membuat siswa cenderung tidak ingin belajar ilmu kimia tersebut.
C. Upaya mengatasi permasalahan yang bersumber dari Lingkungan Pendidikan Kimia
Dalam tulisan ini dimuat mengenai upaya masalah pembelajaran kimia khususnya mengenai kurang maksimalnya di dalam penggunaan alat ataupun media pembelajaran yang menjadi pendukung di dalam aktivitas belajar – mengajar terlebih untuk ilmu kimia, tidak adanya sebuah ide atau motivasi untuk membuat kelas yang hidup dan tidak berkesan kaku dan membosankan, sehingga membuat siswa cenderung tidak ingin belajar ilmu kimia tersebut, salah satu solusi telah dilakukan oleh dosen kimia Universitas Palangka Raya yakni Nopriawan Berkat Asi, S.Si, M.Pd yaitu dengan membuat blog kampus digital yang termuat didalamnya materi-materi ilmu kimia beserta gambarannya, Kampus digital adalah sebuah gagasan atau ide untuk mengembangkan wadah, fasilitas dan konsep belajar mengajar diera digital. Diera digital, belajar memerlukan sebuah strategi pembelajaran yang berhubungan erat dengan teknologi dan informasi era digital, yang tentunya serba digital.
Strategi era digital dapat diartikan sebagai siasat, kiat, trik atau cara era digital. Pengertian strategi era digital adalah suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memanfaatkan teknologi dan informasi era digital.dengan belajar melalui blog siswa mendapatkan pengalaman yang lain sehingga tidak monoton dengan mendengarkan penjelasan guru dan lebih mudah dalam memahami ilmu kimia karena ada gambaran atau animasi didalamnya yang tidak termuat didalam buku pelajaran. Berikut adalah bagian depan dari kampus digital :
Didalamnya memuat sebagai berikut :
· Menu yang memudahkan dalam pencarian
· Animasi dalam ilmu kimia yang membuat siswa lebih tertarik dalam pembelajaran
· Buku-buku yang mendukung dalam pembelajaran kimia
D. Saran
Permasalahan dalam dunia pendidikan sangat sering ditemukan, di dalam ilmu kimia juga dapat terjadi kesulitan mempelajari ilmu kimia ini terkait dengan ciri ilmu kimia itu sendiri. Adapun ciri-ciri ilmu kimia tersebut adalah: 1) sebagian besar ilmu kimia itu bersifat abstrak, 2) ilmu kimia merupakan penyederhanaan dari materi yang sebenarnya, 3) sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang pesat dan seperti yang telah dijelaskan diatas, permasalahan ini juga didukung dengan kurangnya sarana dan media untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitannya, upaya salah satu dosen kimia universitas Palangka Raya dapat menjadi pedoman bagi pengajar yang lain untuk dapat lebih mengembangkan media yang digunakan untuk mengajar, karena menurut saya pengembangan media juga merupakan salah satu cara baik yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.kampus-digital.com/
http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-fungsi-dan-ciri-pranata-pendidikan-beserta-contohnya-lengkap/
Komentar
Posting Komentar